Friday, July 31, 2009

living in another dimension

For elective courses, Global Communication was the last on my list - random thought that I shouldn’t post. OK .

My Global Communication course lecturer call me Erna.. ERnie khairiNA = Erna. exceptional ordinary. Well, I admire Prof Dr. Asiah for her area of expertise ; broadcasting. She’s fun and stuff, through life experiences. So, I enjoyed her class and look forward for new things that she’s willing to share. I shouldn’t have had a thought about the earlier!

The effect of globalization has had on cultures with pros and cons..ok boring! Yet, it doesn’t happen everywhere. Globalization doesn’t destroy local culture, so there are differences between adapt and adopt. We adapt globalization by supporting the tolerable punishment to the local-muslim-model caught drinking (Kosmo: seorang model wanita berbangsa melayu di kenakan 6 sebatan kerana ditangkap minum minuman beralkohol) BUT, there’s a local critic, who think that she’s adopting globalization (like daaa...) alcoholic drink is normal. ek eleh kena anak ko esok baru ko tau!

Well, my Indonesian classmate brought his interesting example of ‘globalization doesn’t happen everywhere’ –

Kampung Naga Tasik Malaya ( Jawa Barat);

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu.. Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang….


More on wikipedia Kampung Naga


huhu..so it is said that this place where lives are set in another dimension, disconnected from modernity. BUT, the tribe's deliberate kindness to strangers is second to none..dah banyak omputih buat research and etc, still didn't change anything to their beliefs and way of living. INTERESTING! (farina, aku teringat kat ko sungguh)

I asked my lecturer if she’s interested for a visit, so-called field work maybe?? Finger cross.



3 comments:

Kizzy TF said...

3 komen aku:
1. mcm sweet ja ERNA tu..
2. cerita Kg Naga sgt menterujakan aku. serius.
3. klu ada lawatan "so-called field work" tu, bw aku boleh? :D:D

p/s- mohd husni ke Bandung. aku jeles (sbb it's my on list travel place) + risau (H1N1)..huhu~~

Ernie Khairina said...

kizzy,
Erna nama cousin- yg ko tidak pernah jumpa..huhu
bestnya tu dapat pegi kg naga sama2! grr...
wow husni mesti balik dengan gambar cantik2 =)

Kizzy TF said...

serius wujud ERNA tu? oooo...
ya, jgn kan kg naga, kg buaya pun aku mau pg sm kau.. pixies kan? hehehe
huh~ jgn ada terselit pic *gegirl* sudah.....

Friday, July 31, 2009

living in another dimension

For elective courses, Global Communication was the last on my list - random thought that I shouldn’t post. OK .

My Global Communication course lecturer call me Erna.. ERnie khairiNA = Erna. exceptional ordinary. Well, I admire Prof Dr. Asiah for her area of expertise ; broadcasting. She’s fun and stuff, through life experiences. So, I enjoyed her class and look forward for new things that she’s willing to share. I shouldn’t have had a thought about the earlier!

The effect of globalization has had on cultures with pros and cons..ok boring! Yet, it doesn’t happen everywhere. Globalization doesn’t destroy local culture, so there are differences between adapt and adopt. We adapt globalization by supporting the tolerable punishment to the local-muslim-model caught drinking (Kosmo: seorang model wanita berbangsa melayu di kenakan 6 sebatan kerana ditangkap minum minuman beralkohol) BUT, there’s a local critic, who think that she’s adopting globalization (like daaa...) alcoholic drink is normal. ek eleh kena anak ko esok baru ko tau!

Well, my Indonesian classmate brought his interesting example of ‘globalization doesn’t happen everywhere’ –

Kampung Naga Tasik Malaya ( Jawa Barat);

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu.. Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang….


More on wikipedia Kampung Naga


huhu..so it is said that this place where lives are set in another dimension, disconnected from modernity. BUT, the tribe's deliberate kindness to strangers is second to none..dah banyak omputih buat research and etc, still didn't change anything to their beliefs and way of living. INTERESTING! (farina, aku teringat kat ko sungguh)

I asked my lecturer if she’s interested for a visit, so-called field work maybe?? Finger cross.



3 comments:

Kizzy TF said...

3 komen aku:
1. mcm sweet ja ERNA tu..
2. cerita Kg Naga sgt menterujakan aku. serius.
3. klu ada lawatan "so-called field work" tu, bw aku boleh? :D:D

p/s- mohd husni ke Bandung. aku jeles (sbb it's my on list travel place) + risau (H1N1)..huhu~~

Ernie Khairina said...

kizzy,
Erna nama cousin- yg ko tidak pernah jumpa..huhu
bestnya tu dapat pegi kg naga sama2! grr...
wow husni mesti balik dengan gambar cantik2 =)

Kizzy TF said...

serius wujud ERNA tu? oooo...
ya, jgn kan kg naga, kg buaya pun aku mau pg sm kau.. pixies kan? hehehe
huh~ jgn ada terselit pic *gegirl* sudah.....